Membuat Deret Bilangan Ganjil dan Deret Fibonacci menggunakan bahasa pemrograman JAVA:
=======================================
1) Deret Bilangan Ganjil :
public class Deret1{
public static void main (String [] args){
for (int i=1;i<=50;i++) //batas deret bilngan ganjil yg dinginkan adalah 50
{
if (i==1)
{
System.out.print(i);}
else if (i%2==1){
System.out.print(“, “+i);}}}}
Outputnya adalah: 1, 3, 5, 7, 9, ... , 49
=======================================
2) Deret Fibonacci:
public class Deret2{
public static void main (string[] args){
int a=0,b=1;
int n = 10; //batas deret fibonacci yang diinginkan adalah 10
for (int x=1;x<n;x++){
System.out.print(a+" ");
a=a+b;
a=a-b;
}}}
Outputya adalah: 0,1,1,2,3,5,8,13,21,34
Minggu, 16 Oktober 2011
Kamis, 23 Juni 2011
cerpen
CLARA IS MY NAME
Ini kisahku, sebut saja namaku Clara.
Saat ini aku berumur 18 tahun, aku sedikit tomboy (walaupun terkadang suka feminim juga), saat ini aku kuliah di universitas swasta di jakarta mengambil jurusan Sistem Komputer, dimana peminatnya lebih cenderung laki – laki daripada perempuan. Satu hal yang membuatku sangat bergairah mengambil jurusan ini adalah semata – mata karena aku ingin sekali bertemu dengan kk kelasku dahulu waktu ku masih duduk di bangku SMA. Sebut saja lelaki itu Arya.
Di awal masuk kuliah tak ada hal yang special kecuali bertemu dengan teman – teman baru dan suasana belajar yang baru. Akupun baru mengenal bebarapa teman wanita saat itu, sebut saja namanya Septi, Lili, Dan Nurma. Akupun masih sangat bersemangat . setiap hari kulewati dengan penuh senyuman namun tak lupa untuk mencari tau keberadaan Arya. Hingga akhirnya sedikit senyumanku pudar karena ku mendapat kabar Arya sudah tidak kuliah lagi dan ia sedang berada di malang saat ini untuk mengikuti pelatihan Polisi. Sungguh kecewa yang kurasakan, namun ada sedikit senyum bahagia karena akhirnya yang Arya inginkan tercapai . Tapi ku harus tetap bersemangat, karena hidup terus berjalan (so must go on).
Akupun tetap menjalani aktifitasku sebagai mahasiswi. Hingga akhirnya ada beberapa lelaki yang mendekatiku. Aku sadar akan hal itu, namun ku bersikap biasa saja karena aku tipe wanita yang sedikit angkuh dengan laki – laki. Lagipula ku juga sudah punya kekasih. Lama berselang kedekatan itupun semakin dekat, aku mulai merasa nyaman bila berada disamping lelaki tersebut, sebut saja namanya Andri dan Dedi. Sungguh benar – benar berbeda perasaan yang kurasa, apa karena saat ini hubunganku dengan kekasihku sedang tidak baik?’
Dengan kedekatan yang semakin kurasa dan hubungan yang semakin memburuk, akupun akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan kekasihku. Karena saat itu aku berpikir sudah ada orang lain yang membuatku bahagia, walaupun ku mengorbankan hubunganku yang sudah berjalan 2 tahun 6 bulan dengan kekasihku.
Timbullah persaingan diantara Andri dan Dedi saat itu, mereka menunjukkan masing – masing kelebihan mereka.mereka membuatku sangat nyaman, namun saat itu andri telah memiliki kekasih dan dedi kadang-kadang sikapnya suka kekanak- kanakan sehingga membuatku sedikit ilfeel. Lama berselang akhirnya Dedi pun mengibarkan bendera putih, mungkin karena ajakannya untuk mengajakku pergi selalu kutolak. Maybe’. Dan hanya Andri yang masih bertahan. Senang memang, tapi kadang kusuka berpikir hal yang negative karena andri sudah punya kekasih. Pikirku apakah Andri benar – benar sayang padaku, jika ia lalu bagaimana dengan kekasihnya, lalu apa Andri hanya menjadikanku tempat pelampiasan cintanya karena hubungannya dengan kekasihnya sedang buruk. Aku tak tahu’?
Akupun memutuskan untuk menjauhi Andri.namun Andri menolak dengan keras, sampai ia memohon – mohon kepadaku agar ku tak menjauh darinya. Kurang dari seminggu akupun luluh kembali, banyak teman wanita yang berbisik padaku agar ku menjauh darinya, karena itu hanya membuat image ku buruk didepan teman – teman yang lain karena ku dekat dengan seorang lelaki yang sudah punya kekasih. Sungguh aku bingung, Andri hanya berkata 1 hal padaku, yaitu ikuti kata hati jangan terpengaruh dengan orang lain’.
Setiap malam ku hanya memandangi boneka pemberian Andri saat ulang tahunku sambil berkata “apa yang harus kulakukan?”, terus begitu setiap malam. Andri pun bersikukuh ingin selalu dekat denganku. Akhirnya akupun mengikuti kata hatiku. Memang benar indah yang kurasa, hari – hari terasa indah saat bersamanya. Ada 1 hal yang Andri ucapkan padaku sehingga akupun mengikuti kata hati yaitu, “WAIT” (Tunggu). Entah apa arti kata tersebut.
Setiap aku dekat,rasannya aku ingin jauh. Namun jika jauh rasanya aku ingin dekat. Setiap dekat dengannya aku merasa bersalah, akupun selalu menceritakan hal itu Kepada Andri. Aku mengatakan ingin kembali menjauh darinya dan membuang semua rasa yang ada dihatiku saat ini untukmu. Andri pun akhirnya menyetujui walaupun kutahu dia terpaksa karena ingin melihatku senang. Benar saja, lama – kelamaan Andri pun mulai menjauh dariku, tapi mengapa pada saat itu justru diriku yang tidak kuat untuk jauh dengannya. Keadaannya menjadi terbalik. Memang kami masih dekat namun tak sedekat dahulu.
Hingga akhirnya saat ulang tahunnya Andri pun tinggal sebentar lagi, jujur ku ingin memberikan kesan indah padanya. Kupersiapkan sebuah kue special yang kupesan di toko kue. Niatnya kuingin memberikan kejutan saat jam kuliah, namun apa daya, semua keinginanku tak terlaksana karena Andri tidak masuk kuliah saat itu, aku berpikiran positif karena ia memberi kabar sedang ada Urusan keluarga yang tidak bisa ditinggal. Namun sungguh kecewa yang kurasakan saat itu, ku mendapat kabar ternyata ia sedang merayakannya bersama kekasihnya. Entah harus sedih atau senang melihatnya bahagia.
Hingga akhirnya akupun sadar saat itu. Mungkin arti kata tunggu itu adalah “tunggu kukembali dengan kekasihku,lalu kau kan kutinggalkan”.
Ternyata hanya cinta sesaat yang kurasa saat itu, dan cinta sejatiku berada di mantan kekasihku yang telah setia menungguku walau ku tlah menyakitinya.
Sedikit catatan dariku :
“janganlah tergesa – gesa, karena itu hanya nafsu,bukan kata hati “
Puisi
Takkan Mungkin Berpaling
melihat wajahmu
seakan membunuh perasaan ku
perasaan suka terhadap orang lain
melihat senyummu
seakan membuat aku hancur
hancur tak berdaya
aku tak berdaya
untuk membenci mu
aku tak ingin
membuang perasaan ini
perih rasanya
saat aku mengingat dirimu
dirimu yang aku sayang
aku cinta dan aku rindu
aku ingin memelukmu
membelaimu
mengungkapkan perasaan ini
perasaan yang selama ini kupendam
ku pendam jauh dalam lubuk hati
aku ingin…..
ingin…..
dan ingin….
ingin menjadi wanita yang sempurna
di mata dan hatimu
aku ingin kau bisa membuat aku bahagia
bahagia dengan cinta
dan kasih sayang
wahai pujaan hati ku..
izinkanlah aku untuk mengagumimu
menyayangi dan mendambakanmu
izinkanlah aku melihat senyum manismu
senyum yang membuat
aku tergila-gila padamu
senyum yang selama ini aku cari
wahai pujaan hati ku
berilah aku sebuah asa
berilah aku segumpal rasa cinta
berilah aku sebentuk kasih sayang
seakan membunuh perasaan ku
perasaan suka terhadap orang lain
melihat senyummu
seakan membuat aku hancur
hancur tak berdaya
aku tak berdaya
untuk membenci mu
aku tak ingin
membuang perasaan ini
perih rasanya
saat aku mengingat dirimu
dirimu yang aku sayang
aku cinta dan aku rindu
aku ingin memelukmu
membelaimu
mengungkapkan perasaan ini
perasaan yang selama ini kupendam
ku pendam jauh dalam lubuk hati
aku ingin…..
ingin…..
dan ingin….
ingin menjadi wanita yang sempurna
di mata dan hatimu
aku ingin kau bisa membuat aku bahagia
bahagia dengan cinta
dan kasih sayang
wahai pujaan hati ku..
izinkanlah aku untuk mengagumimu
menyayangi dan mendambakanmu
izinkanlah aku melihat senyum manismu
senyum yang membuat
aku tergila-gila padamu
senyum yang selama ini aku cari
wahai pujaan hati ku
berilah aku sebuah asa
berilah aku segumpal rasa cinta
berilah aku sebentuk kasih sayang
Selasa, 24 Mei 2011
manusia & harapan
Manusia & Harapan
1. Penertian Harapan
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa "Si pungguk merindukan bulan"
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pemah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak.
Harapan hams berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
2. Persamaan Harapan & cita - cita
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.cita-cita merupakan Impian yang disertai dengan tindakan dan juga di berikan batas waktu. Jadi kalau kita bermimpi untuk menjadi netpreneur yang sukses, ya… harus di sertai tindakan jangan cuma berandai-andai saja. Serta jangan lupa di berikan target waktu sehingga kita punya timeline kapan hal tersebut kita inginkan terealiasasi.
3. Penyebab manusia mempunyai harapan
Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam din manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, bcrkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya. Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka.
Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirip dengan kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu, ialah bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih, ia harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya. Dengan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, dan dengan kehendaknya manusia dapat memilih.
Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan clan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusia lain.
Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan. Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bennacani-macant kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani
Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisilc/jasmaniah maupun kemampuan betpikimya.
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :
a)kelangsungan hidup (survival)
b)keamanan ( safety )
c)hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d)diakui lingkungan (status)
e)perwujudan cita-cita (self actualization)
Kelangsungan hidup (survival)
Untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang, ppangan dan papan (tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.
Setiap bayi begitu lahir di bumi menangis; ia telah mengharapkan diberi makan/ minum. Kebutuhan akan makan/minum ini terns berkembang sesuai dengan perkembangan hidup manusia
Sandang, semula hanya berupa perlindungan/kemanan, untuk melindungi dirinya dan cuaca. Tetapi dalam perkembangan hidupnya, sandang tidak hanya sebagai perlindungan
kemanan, tetapi lebih cenderung kepada kebutuhan lain.
Papan yang dimaksud adalah tempat tinggal atau rumah. Rumah kebutuhan primer manusia, karena nunah itu sebagai tempat berlindung, dan panas, gelap, dan sebagainya.
Untuk mencukupi kebutuhan pangan, sandang, dan papan itu, maka manusia sejak kecil telah mulai belajar. Dengan pengetahuan yang tinggi harapan memperolleh pangan, sandang, dan papan yang layak akan terpenuhi. Atau tiap manusia perlu kerja keras dengan, harapan apa yang diinginkan : pangan, sandang dan papan yang layak terpenuhi.
Keamanan
Setiap orang membutuhkan keamanan. Sejak seorang anak lahir ia telah membutuhkan keamanan. Begitu lahir, dengan suara tangis, itu pertanda minta perlindungan. Setelah agak besar, setiap anak menangis dia akan diam setelah dipeluk oleh ibunya. Setelah bertambah besar ia ingin dilindungi. Rasa aman tidak hams diwujudkan dengan perlindungan yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman. Dalam hal ini agama sering merupakan cara memperoleh kemanan moril bagi pemiliknya. Walaupun secara fisik keadaannya dalam bahaya, keyakinan bahwa Tuhan memberikan perlindungan berarti sudah memberikan keamanan yang diharapkan.
Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Karena itu tidak jarang anak-anak remaja mengatakan kepada ayah atau ibu. "Ibu ini kok menganggap Reny masih kecil raja, semua diatur!" Itu suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran akan hak dan kewajibannya.
Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harapan untuk dicintai dan mencintai. Pada saat seperti ini remaja banyak mengkhayal. Ia telah radar akan keberadaannya. Pada usia itu, biasanya terjadi konflik batin pada dirinya dengan pihak orang tua. Sebab umumnya remaja mulai menentang sifat-sifat orang tua yang dianggap tidak sesuai dengan alamnya.
Status
Setiap manusia membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup. Dalam lagu "untuk apa" ada lirik yang berbunyi "aku ini anak siapa, mengapa aku ini dilahirkan". Dan bagian lirik itu kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa setiap manusia yang lahir di bumi ini tentu akan bertanya tentang statusnya. Status keberadaannya. Status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan status dalam negara. Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa dia. Harga diri orang antara lain melekat pada status orang itu. Misalnya ada anak haram, biarpun anak haram itu tingkah lakunya baik dan tidak berdosa sebab yang berdosa orang tuanya, namun masyarakat tetap memberikan cap yang negatif. Bahkan ada orang yang berpendapat jangan memberi makan/pertolongan kepada anak jadah (haram). Alangkah kejamnya manusia itu dengan adanya harapan untuk memperoleh status ini berarti orang menguasai hak milik nama baik, ingin berprestasi, ingin mengingkatkan harga diri, dan sebagainya
Perwujudan cita-cita
Selanjutnya manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangakatannya atau profesinya. Pada saar itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya.
4. Pengetian Kepercayaan
5. Tiga Teori Kebenaran
Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai anti khusus bagi hidupnya. la merupakan fokus dari segala pikiran, sikap dan perasaan.
Dr.Yuyun Suriasumantri dalam bukunya "filsafat Ilmu, sebuah pengantar Populer ada tiga teori kebenaran sebagai berikut :
1)Teori koherensi atau konsistensi
Yaitu suatu pemyataan dianggap benar bila pemyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pemyataan-pemyataan sebelumnya yang dianggap benar.
Contoh : setiap manusia akan mati. Paul Manusia. Paul akan mati
2)Teori korespondensi
Suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pemyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pemyataan itu berkomnponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pemyataan tersebut.
Contoh : Jakarta itu ibukota republik Indonesia
3)Teori pragmatis
Kebenaran suatu pemyataan diukur dengan kriteria apakah pemyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
Dalam berbagai jenis kebenaran tersebut yang selalu diusahakan dan dijaga ialah kebenaran dalam bertindalc, berbuat, berucap, berupaya, dan berpendapat. Sebab
1)Teori koherensi atau konsistensi
Yaitu suatu pemyataan dianggap benar bila pemyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pemyataan-pemyataan sebelumnya yang dianggap benar.
Contoh : setiap manusia akan mati. Paul Manusia. Paul akan mati
2)Teori korespondensi
Suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pemyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pemyataan itu berkomnponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pemyataan tersebut.
Contoh : Jakarta itu ibukota republik Indonesia
3)Teori pragmatis
Kebenaran suatu pemyataan diukur dengan kriteria apakah pemyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
Dalam berbagai jenis kebenaran tersebut yang selalu diusahakan dan dijaga ialah kebenaran dalam bertindalc, berbuat, berucap, berupaya, dan berpendapat. Sebab
ketidakbenaran dalam hal-hal itu akan langsung mencemarkan atau menjatuhkan nama baiknya, sehingga orang tidak mempercayainya lagi.
6. Empat Kepercayaan
a. Kepercayaan pada din sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada did sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa. Percaya pada din sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjalcan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
b. Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya terhadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karena ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
c. Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir. Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan)
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rrakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang, mempunyai arti hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan tidak mempunyai hak, is hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)
Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karena itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/pemerintah.
d. Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karena itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia hams percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan konsekoensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
7. Usaha Manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain :1. Meningkatkan ketakwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
2. Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
3. Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan
sebagainya.
4. Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
5. Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah dan sebagainya
Studi Kasus
A. Alkisah, ada seorang pemuda yang hidup di keluarga yang sederhana. Ia memunyai cita-cita yang tinggi. Suatu saat, ketika masih belia, dia berkata kepada dirinya sendiri, “Suatu saat nanti, aku akan melakukan apa yang menjadi cita-cita dalam hidupku, dan pada saat itu aku akan bahagia.”
B.
C. Dia senang membayangkan dirinya sudah memiliki sebuah mobil mewah, mengendarainya, dan merasakan kebanggaan yang tidak terhingga karena dia dikagumi dan dibanggakan oleh banyak orang. Maka, walaupun kemiskinan tetap diakrabi dalam kesehariannya, sikapnya menjadi angkuh dan sombong karena dia merasa kelak pasti akan kaya raya seperti yang diangankan.
D.
E. Ketika ditanya untuk melakukan sesuatu oleh teman-temannya, ia menjawab, “Tunggu saja kawan, nanti akan kulakukan setelah aku menyelesaikan sekolah.”
F.
G. Setelah berhasil menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi, ia kembali berjanji kepada dirinya sendiri dan kepada orangtuanya bahwa ia akan melakukan apa yang diinginkannya nanti, setelah ia mendapatkan pekerjaan pertamanya.
H.
I. Sebelum melangkah ke dunia kerja, dia meminta nasihat kepada seorang guru besar tentang banyak hal yang dicita-citakan. Si guru berkata, “Semua yang kamu inginkan, mobil dan rumah bagus lengkap dengan fasilitasnya, adalah sesuatu yang bagus. Dan sesungguhnya, mobil dan rumah mewah itu diciptakan untuk kita yang mau dan mampu memilikinya. Dia tidak kemana-mana, kitalah yang harus bergerak untuk menghampiri dan mendapatkannya.”
J.
K. Mendengar tuturan si guru, pemuda itu merasa puas. Sebab, ia makin yakin dengan anggapannya bahwa mobil dan rumah tidak akan ke mana-mana. Maka, ia pun bekerja seadanya. Setelah beberapa tahun bekerja, orangtuanya menanyakan, “Anakku, kapan kamu akan mengambil tindakan untuk mewujudkan cita-citamu?”
L.
M. “Aku berjanji akan mengejar cita-citaku setelah menikahi gadis yang aku cintai. Karena dengan adanya si dia sebagai pendamping hidup, maka langkahku akan mantap untuk mengejar cita-citaku.”
N.
O. Sampai suatu hari, setelah bertahun-tahun kemudian, ia mulai menua. Dalam hati, ia pun berkata, “Rupanya, sudah terlambat untuk memulainya sekarang. Sebab, umurku sudah tak lagi muda.”
P.
Q. Begitulah, cita-cita si pemuda akhirnya hanya menjadi angan-angan dan omong kosong belaka. Kini, ia hanya bisa merasakan kepuasan semu dengan menikmati setiap hari dalam kehidupannya untuk mengkhayal, seandainya ia menjadi seperti yang ia cita-citakan.
Langganan:
Postingan (Atom)
