Kamis, 23 Juni 2011

cerpen


 CLARA IS MY NAME

Ini kisahku, sebut saja namaku Clara.

Saat ini aku berumur 18 tahun, aku sedikit tomboy (walaupun terkadang suka feminim juga), saat ini aku kuliah di universitas swasta di jakarta mengambil jurusan Sistem Komputer, dimana peminatnya lebih cenderung laki – laki daripada perempuan. Satu hal yang membuatku sangat bergairah mengambil jurusan ini adalah semata – mata karena aku ingin sekali bertemu dengan kk kelasku dahulu waktu ku masih duduk di bangku SMA. Sebut saja lelaki itu Arya.

Di awal masuk kuliah tak ada hal yang special kecuali bertemu dengan teman – teman baru dan suasana belajar yang baru. Akupun baru mengenal bebarapa teman wanita saat itu, sebut saja namanya Septi, Lili, Dan Nurma. Akupun masih sangat bersemangat . setiap hari kulewati dengan penuh senyuman namun tak lupa untuk mencari tau keberadaan Arya. Hingga akhirnya sedikit senyumanku pudar karena ku mendapat kabar Arya sudah tidak kuliah lagi dan ia sedang berada di malang saat ini untuk mengikuti pelatihan Polisi. Sungguh kecewa yang kurasakan, namun ada sedikit senyum bahagia karena akhirnya yang Arya inginkan tercapai . Tapi ku harus tetap bersemangat, karena hidup terus berjalan (so must go on).
Akupun tetap menjalani aktifitasku sebagai mahasiswi. Hingga akhirnya ada beberapa lelaki yang mendekatiku. Aku sadar akan hal itu, namun ku bersikap biasa saja karena aku tipe wanita yang sedikit angkuh dengan laki – laki. Lagipula ku juga sudah punya kekasih. Lama berselang kedekatan itupun semakin dekat, aku mulai merasa nyaman bila berada disamping lelaki tersebut, sebut saja namanya Andri dan Dedi. Sungguh benar – benar berbeda perasaan yang kurasa, apa karena saat ini hubunganku dengan kekasihku sedang tidak baik?’ 

Dengan kedekatan yang semakin kurasa dan hubungan yang semakin memburuk, akupun akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan kekasihku. Karena saat itu aku berpikir sudah ada orang lain yang membuatku bahagia, walaupun ku mengorbankan hubunganku yang sudah berjalan 2 tahun 6 bulan dengan kekasihku.

Timbullah persaingan diantara Andri dan Dedi saat itu, mereka menunjukkan masing – masing kelebihan mereka.mereka membuatku sangat nyaman, namun saat itu andri telah memiliki kekasih dan dedi kadang-kadang sikapnya suka kekanak- kanakan sehingga membuatku sedikit ilfeel. Lama berselang akhirnya Dedi pun mengibarkan bendera putih, mungkin karena ajakannya untuk mengajakku pergi selalu kutolak. Maybe’. Dan hanya Andri yang masih bertahan. Senang memang, tapi kadang kusuka berpikir hal yang negative karena andri sudah punya kekasih. Pikirku apakah Andri benar – benar sayang padaku, jika ia lalu bagaimana dengan kekasihnya, lalu apa Andri hanya menjadikanku tempat pelampiasan cintanya karena hubungannya dengan kekasihnya sedang buruk. Aku tak tahu’?

Akupun memutuskan untuk menjauhi Andri.namun Andri menolak dengan keras, sampai ia memohon – mohon kepadaku agar ku tak menjauh darinya. Kurang dari seminggu akupun luluh kembali, banyak teman wanita yang berbisik padaku agar ku menjauh darinya, karena itu hanya membuat image ku buruk didepan teman – teman yang lain karena ku dekat dengan seorang lelaki yang sudah punya kekasih. Sungguh aku bingung, Andri hanya berkata 1 hal padaku, yaitu ikuti kata hati jangan terpengaruh dengan orang lain’.
Setiap malam ku hanya memandangi boneka pemberian Andri saat ulang tahunku sambil berkata “apa yang harus kulakukan?”, terus begitu setiap malam. Andri pun bersikukuh ingin selalu dekat denganku. Akhirnya akupun mengikuti kata hatiku. Memang benar indah yang kurasa, hari – hari terasa indah saat bersamanya. Ada 1 hal yang Andri ucapkan padaku sehingga akupun mengikuti kata hati yaitu, “WAIT” (Tunggu). Entah apa arti kata tersebut.

Setiap aku dekat,rasannya aku ingin jauh. Namun jika jauh rasanya aku ingin dekat. Setiap dekat dengannya aku merasa bersalah, akupun selalu menceritakan hal itu Kepada Andri. Aku mengatakan ingin kembali menjauh darinya dan membuang semua rasa yang ada dihatiku saat ini untukmu. Andri pun akhirnya menyetujui walaupun kutahu dia terpaksa karena ingin melihatku senang. Benar saja, lama – kelamaan Andri pun mulai menjauh dariku, tapi mengapa pada saat itu justru diriku yang tidak kuat untuk jauh dengannya. Keadaannya menjadi terbalik. Memang kami masih dekat namun tak sedekat dahulu.

Hingga akhirnya saat ulang tahunnya Andri pun tinggal sebentar lagi, jujur ku ingin memberikan kesan indah padanya. Kupersiapkan sebuah kue special yang kupesan di toko kue. Niatnya kuingin memberikan kejutan saat jam kuliah, namun apa daya, semua keinginanku tak terlaksana karena Andri tidak masuk kuliah saat itu, aku berpikiran positif karena ia memberi kabar sedang ada Urusan keluarga yang tidak bisa ditinggal. Namun sungguh kecewa yang kurasakan saat itu, ku mendapat kabar ternyata ia sedang merayakannya bersama kekasihnya. Entah harus sedih atau senang melihatnya bahagia.

Hingga akhirnya akupun sadar saat itu. Mungkin arti kata tunggu itu adalah “tunggu kukembali dengan kekasihku,lalu kau kan kutinggalkan”.
Ternyata hanya cinta sesaat yang kurasa saat itu, dan cinta sejatiku berada di mantan kekasihku yang telah setia menungguku walau ku tlah menyakitinya.

Sedikit catatan dariku :
“janganlah tergesa – gesa, karena itu hanya nafsu,bukan kata hati “

Puisi

Takkan Mungkin Berpaling

melihat wajahmu
seakan membunuh perasaan ku
perasaan suka terhadap orang lain
melihat senyummu
seakan membuat aku hancur
hancur tak berdaya

aku tak berdaya

untuk membenci mu
aku tak ingin
membuang perasaan ini

perih rasanya

saat aku mengingat dirimu
dirimu yang aku sayang
aku cinta dan aku rindu

aku ingin memelukmu

membelaimu
mengungkapkan perasaan ini
perasaan yang selama ini kupendam
ku pendam jauh dalam lubuk hati
aku ingin…..
ingin…..
dan ingin….
ingin menjadi wanita yang sempurna
di mata dan hatimu

aku ingin kau bisa membuat aku bahagia

bahagia dengan cinta
dan kasih sayang

wahai pujaan hati ku..

izinkanlah aku untuk mengagumimu
menyayangi dan mendambakanmu
izinkanlah aku melihat senyum manismu

senyum yang membuat

aku tergila-gila padamu
senyum yang selama ini aku cari

wahai pujaan hati ku

berilah aku sebuah asa
berilah aku segumpal rasa cinta
berilah aku sebentuk kasih sayang